Kemerdekaan Menentukan Nasib

Tags

, ,

17 Agustus 2017, Republik Indonesia yang kucintai berulang tahun yang ke 72. Kemerdekaan yang diraih Indonesia di tahun 1945 telah melepaskan bangsa ini dari belenggu penjajahan bangsa lain seperti Belanda dan Jepang. Perjuangan melepas belenggu penjajahan 72 tahun lalu dilakukan oleh para pahlawan dengan melawan bangsa lain baik secara fisik maupun diplomasi. Lantas, apakah sekarang kita sudah merasa merdeka? Jika belum, kita belum merdeka dari siapa?

Merdeka merupakan suatu perasaan bebas yang hanya dimiliki oleh orang yang merasa terkekang haknya. 72 tahun lalu, bangsa Indonesia terkekang haknya oleh Belanda dan Jepang. Perasaan terkekang yang dirasakan secara massal, bukan hanya satu orang melainkan satu bangsa. Kini, meskipun bangsa Indonesia telah merdeka, belum tentu setiap individu yang menjadi bagian dari bangsa ini merasa merdeka. Mungkin saja ada beberapa orang yang belum merasa merdeka secara fisik, ekonomi, atau ideologi.

Continue reading

Advertisements

Bercengkerama dengan Alam

Tags

Mencoba menghabiskan waktu di alam
Keluar dari hiruk pikuk perkotaan
Menikmati dinginnya angin gunung

Dan ketika malam tiba
Kudapat menikmati hamparan bintang dengan jelas
Tanpa polusi cahaya
Tanpa polusi suara
Tenang dan syahdu
Memberikanku waktu untuk merenung

Dan ketika pagi tiba
Kudikunjungi penghuni gunung yang sedang mencari minum di mata air
Sekerumpulan kera
Sesekali mereka datang ke tendaku
Meminta camilan sebagai pengisi perut di pagi hari
Kulempar beberapa kacang
Dan mereka lari kegirangan mengejar kacang tersebut
Melumatnya hingga kulit pun tak tersisa

Setelah kunjungan itu kumelanjutkan pendakian
Tuk melihat pemandangan dari puncak
Sungguh luar biasa
Hamparan lautan awan
Menyegarkan mata

Ku takjub
Dengan kreasi Tuhan yang sungguh Indah

©BERN24

Pertanyaan Jiwa

Kutermenung di suatu senja
Dengan ditemani rintikan hujan
Dan secangkir kopi hangat
Renungan demi renungan mengalir dalam benakku

Apa tujuan hidup?
Apakah aku hanya sebuah jiwa yang mampir di tubuh berwujud manusia?
Pertanyaan itu semakin menghantuiku
Dan waktu terus berjalan
Di tengah pencarian jawaban
Akankah waktuku habis
Sebelum kumenemukan jawaban itu?
Dan ketika waktu itu habis
Akankah kudilahirkan kembali?
Atau aku harus menerima penghakiman
Bolehkah ku tinggal di firdaus
Atau kuharus tinggal di lautan api?

©BERN24

Tentang Waktu

Tags

, , , , ,

shutterstock_271332740

Sumber Gambar: discovermagazine.com

Hari demi hari berganti. Peristiwa demi peristiwa terjadi. Peristiwa yang terjadi hari ini tak akan sama dengan kemarin atau esok hari. Hal itu yang membuat peristiwa menjadi unik. Hal itu pula yang membuat peristiwa terkait dengan waktu.

Tentang Waktu…

Semakin berjalannya waktu, semakin sedikit sisa waktu yang diberikan Sang Pencipta kepada manusia. Entah berapa batas waktu yang diberikan Sang Pencipta kepada masing-masing manusia, tidak ada yang tahu.

Waktu yang diberikan Sang Pencipta bagaikan sebuah sumbu. Ketika sumbu dibakar, maka panjang sumbu akan semakin berkurang. Panjang sumbu awal sebelum dibakar, hanya Sang Pencipta yang tahu. Manusia hanya tahu bahwa sumbu itu akan berkurang seiring berjalannya waktu. Dan saat sumbu itu habis, maka selesai sudah perziarahan manusia di dunia ini.

Ketidaktahuan tentang berapa panjang sumbu waktu yang diberikan oleh Sang Pencipta membuat manusia harus memanfaatkan setiap detik kehidupannya dengan bijak. Tak akan ada pengulangan waktu. Manusia tidak akan bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaikinya. Manusia hanya bisa memperbaiki masa kini dan masa depan.

Manusia bijak, memanfaatkan waktu melalui tindakan yang bernilai bagi dunia. Tidak bertindak, tidak melakukan apa-apa, sama saja tidak memanfaatkan waktu yang diberikan secara percuma oleh Sang Pencipta. Selama tak melakukan apa-apa, sumbu waktu akan terus berjalan. Apakah Anda akan terus tidak melakukan apa-apa sambil menanti sumbu itu habis?

©BERN24

 

 

Ruang imajinasi

Tags

, ,

Kududuk, termenung
Di serambi teras rumah perantauanku
Ditemani cahaya bulan purnama
dan gemerlap bintang

Pejamkan mata sejenak
Memasuki lorong gelap gulita
Terus berjalan hingga kutemukan sebuah pintu
Kubuka pintu itu perlahan
Dan keraguan menyelimuti batinku

Terang dan gelap menyelimuti ruang itu
Terpisahkan oleh sebuah garis nyata
Inikah ruang imajinasiku sesungguhnya?

Sisi terang,
Penuh ketenangan,
kedamaian,
kejujuran,
dan lemah lembut

Sisi gelap
Penuh imajinasi kajahatan,
kesombongan,
Iri dengki,
Hawa nafsu,
Penyiksaan terdalam

Dua sisi yang berlawanan dan tak terpisahkan
Manakah sisi yang bangun dari imajinasiku?

©BERN24

Daun Tembakau, Pengepul Asap Dapurku

Tags

, , ,

Dari daun-daun tembakau,
penghidupanku tercukupi
Asap dapurku terus mengepul
asal bisnis dedaunan ini sedang berjaya

Daun-daun tembakaulah aset terbesarku
Daun-daunku tampak seperti emas
Tatkala harga sedang terbang ke langit
Namun, daun-daun kesayanganku bisa jahat terhadapku
Berubah menjadi batu kerikil
Tatkala harga sedang membumi
Sekadar menuntup ongkos tanam dan panen
Bahkan kuharus tersiksa oleh rugi
Apalagi ketika datang hantu-hantu cukai
yang terus melambung
Daun-daunku jadi sepi peminat
Tak lagi kudapatkan uang sekarung pasca panen raya
Dapurku masih bisa mengepul
namun dengan asap yang lebih tipis

©BERN24

Jiwa yang Berziarah di Dunia Fana

Tags

, , , , ,

Seperti apakah jiwa ini sebelum kelahiran?
Akan jadi apakah jiwa ini setelah kematian?
Akankah jiwa ini dilahirkan kembali?
Atau ini kesempatan terakhir jiwa ini berkelana?
Kemana lagi jiwa ini akan mengembara?
Sampai berapa lama lagi jiwa ini mengembara di dunia fana?
Apakah jiwa ini layak diberikan pengampunan?

©BERN24

Penasaran akan Perasaan

Tags

, , , ,

Kupejamkan mata sejenak

Menerawang senyum di wajahmu

Dan lesung pipit yang mekar di pipimu

Membayangkan cara pikir dan rasa penasaranmu

Buatku ikut penasaran

Penasaran akan perasaanmu

Perasaan yang kau kirimkan via isyarat

Isyarat kecil yang berhembus di tengah keramaian

yang hanya terbaca olehku

dan mungkin untukku saja

Benarkah ini pesan perasaan?

atau rasa-rasaku saja

Pesan ini semakin buatku penasaran

Tiba-tiba goncangan bangunkanku dari lamunan

Dan dirimu berkata

“Mas, kamu lagi mikirin apa?”

©BERN24